A. Pengertian :
Pada dasarnya, kata grafika merupakan padaan dari kata bahasa Inggris, yakni graphics. atau Graphein (Yunani), sebuah kata yang mempunyai arti menulis. Grafika adalah suatu bentuk pengungkapan dan perwujudan berupa tanda, huruf, dan gambar yang dicetak menjadi banyak untuk diperlihatkan oleh orang banyak. Jadi, seni grafis adalah karya seni rupa yang mempunyai bentuk 2 dimensi dengan cara pembuatannya menggunakan teknik cetak, baik manual maupun teknik digital. Seni grafis kita tahu sebagai seni yang berhubungan tentang cetak mencetak.
Jadi seni grafis adalah seni yang dihasilkan melalui proses cetak mencetak. Seni grafis umumnya dipakai untuk media ekspresi dan visualisasi gagasan terhadap hal-hal yang menarik perhatian.
Kelebihan dari seni grafis yaitu penggandaan karya seni dari cetakan pertama hingga terakhir dianggap orisinal.
Dan seniman mencantumkan edisi cetakannya. Misalnya 3/10, angka ini bermakna cetakan ketiga dari sepuluh edisi yang dihasilkan.
Pengertian Seni Rupa Grafis Menurut Para Ahli
Menurut Abe Idlan, seni gratis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya memakai teknik cetak, biasanya di atas kertas.
Kecuali pada teknik monotype, prosesnya bisa menghasilkan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai impression.
B. Sejarah Seni Grafis:
Pada mulanya seni grafis mulai berkembang di negara Cina. pada negara tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan. Naskah-naskah tersebut ditatah atau diukir di atas bidang kayu dan di cetak di atas kertas. Cina menemukan kertas dan memproduksinya secara massal di tahun 105. Pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Dinasti Yi.
Karya-karya seni grafis dengan media kayu (cukilan kayu) ditemukan di negara-negara Asia yang memiliki kultur tua dan kuat seperti Cina, Jepang, dan Korea. Bangsa romawi pun telah mengenal tekhnik cetak ini yang digunakan untuk menghias jubah-jubah dengan cetak stempel. Teknik cetak ini kurang berkembang karena bangsa Eropa tidak mengenal kertas. Teknik grafis di Eropa baru berkembang di abad ke - 13, dengan ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg dan didirikannya pabrik kertas pertama di Italia. Sejak itulah seni grafis dengan beragam teknik seni grafis berkembang di Eropa.
Salah satunya adalah teknik cetak datar atau Planography print. Teknik ini ditemukan pada abad ke - 16 di Eropa. Awalnya, klise cetak ini menggunakan batu cadas (limestone) yang hanya ditemukan di daerah Bavaria ( Jerman ). Namun seiring dengan berkembangnya zaman, manusia menemukan bahan klise yang berupa lempengan logam ( seng ) untuk memperingan proses kerja.
Semakin lama semakin pesat perkembangannya, mulailah bermunculan beberapa tokoh seniman yang menggunakan teknik ini, antara lain,George Bellows, Pierre Bonnard, Honoré Daumier, M.C. Escher, Ellsworth Kelly, Willem de Kooning, Joan Miró, Edvard Munch, Emil Nolde, Pablo Picasso, Odilon Redon, Henri de Toulouse-Lautrec, adn Stow Wengenroth, dll. Sehingga pada akhirnya teknik cetak datar menjadi seperti sekarang ini, yang bisa kita jumpai pada sistem mesin cetak dan teknik foto mekanik. Mesin yang digunakan sudah lebih canggih dari mesin cetak tinggi. Mesin ofset inilah yang terus mengalami kemajuan dengan menggunakan teknologi yang canggih. Mulai dari mesin yang manual sampai yang full otomatis.
Seni grafis di Indonesia awalnya adalah media alternatif untuk seniman yang sudah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. Secara kronologis seni grafis muncul sekitar tahun 1950-an tokohnya Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta.
Membuat karya dengan teknik cukil kayu (woodcut) dan kebanyakan dari karyanya yaitu poster perjuangan. Lalu tokoh yang lain yaitu Baharudin Marasutan (Jakarta) dan Mochtar Apin (Bandung).
Pada dasarnya, kata grafika merupakan padaan dari kata bahasa Inggris, yakni graphics. atau Graphein (Yunani), sebuah kata yang mempunyai arti menulis. Grafika adalah suatu bentuk pengungkapan dan perwujudan berupa tanda, huruf, dan gambar yang dicetak menjadi banyak untuk diperlihatkan oleh orang banyak. Jadi, seni grafis adalah karya seni rupa yang mempunyai bentuk 2 dimensi dengan cara pembuatannya menggunakan teknik cetak, baik manual maupun teknik digital. Seni grafis kita tahu sebagai seni yang berhubungan tentang cetak mencetak.
Jadi seni grafis adalah seni yang dihasilkan melalui proses cetak mencetak. Seni grafis umumnya dipakai untuk media ekspresi dan visualisasi gagasan terhadap hal-hal yang menarik perhatian.
Kelebihan dari seni grafis yaitu penggandaan karya seni dari cetakan pertama hingga terakhir dianggap orisinal.
Dan seniman mencantumkan edisi cetakannya. Misalnya 3/10, angka ini bermakna cetakan ketiga dari sepuluh edisi yang dihasilkan.
![]() |
https://www.masterpendidikan.com/ |
Menurut Abe Idlan, seni gratis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya memakai teknik cetak, biasanya di atas kertas.
Kecuali pada teknik monotype, prosesnya bisa menghasilkan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai impression.
B. Sejarah Seni Grafis:
Pada mulanya seni grafis mulai berkembang di negara Cina. pada negara tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan. Naskah-naskah tersebut ditatah atau diukir di atas bidang kayu dan di cetak di atas kertas. Cina menemukan kertas dan memproduksinya secara massal di tahun 105. Pada masa itu Cina di bawah pemerintahan Dinasti Yi.
Karya-karya seni grafis dengan media kayu (cukilan kayu) ditemukan di negara-negara Asia yang memiliki kultur tua dan kuat seperti Cina, Jepang, dan Korea. Bangsa romawi pun telah mengenal tekhnik cetak ini yang digunakan untuk menghias jubah-jubah dengan cetak stempel. Teknik cetak ini kurang berkembang karena bangsa Eropa tidak mengenal kertas. Teknik grafis di Eropa baru berkembang di abad ke - 13, dengan ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg dan didirikannya pabrik kertas pertama di Italia. Sejak itulah seni grafis dengan beragam teknik seni grafis berkembang di Eropa.
Salah satunya adalah teknik cetak datar atau Planography print. Teknik ini ditemukan pada abad ke - 16 di Eropa. Awalnya, klise cetak ini menggunakan batu cadas (limestone) yang hanya ditemukan di daerah Bavaria ( Jerman ). Namun seiring dengan berkembangnya zaman, manusia menemukan bahan klise yang berupa lempengan logam ( seng ) untuk memperingan proses kerja.
Semakin lama semakin pesat perkembangannya, mulailah bermunculan beberapa tokoh seniman yang menggunakan teknik ini, antara lain,George Bellows, Pierre Bonnard, Honoré Daumier, M.C. Escher, Ellsworth Kelly, Willem de Kooning, Joan Miró, Edvard Munch, Emil Nolde, Pablo Picasso, Odilon Redon, Henri de Toulouse-Lautrec, adn Stow Wengenroth, dll. Sehingga pada akhirnya teknik cetak datar menjadi seperti sekarang ini, yang bisa kita jumpai pada sistem mesin cetak dan teknik foto mekanik. Mesin yang digunakan sudah lebih canggih dari mesin cetak tinggi. Mesin ofset inilah yang terus mengalami kemajuan dengan menggunakan teknologi yang canggih. Mulai dari mesin yang manual sampai yang full otomatis.
Seni grafis di Indonesia awalnya adalah media alternatif untuk seniman yang sudah mengerjakan bidang lainnya seperti melukis atau mematung. Secara kronologis seni grafis muncul sekitar tahun 1950-an tokohnya Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta.
Membuat karya dengan teknik cukil kayu (woodcut) dan kebanyakan dari karyanya yaitu poster perjuangan. Lalu tokoh yang lain yaitu Baharudin Marasutan (Jakarta) dan Mochtar Apin (Bandung).
C. Fungsi dan Manfaat Desain Grafis
Desain grafis identik dengan hal-hal terkait periklanan dan promosi sebuah produk. Namun pada dasarnya bidang seni yang satu ini memiliki dua fungsi utama, di mana promosi merupakan bagian darinya. Berikut ulasan lebih lengkap mengenai fungsi desain grafis :1) Fungsi Murni (Artistik)
Seni grafis memiliki fungsi artistik semata-mata untuk dinikmati nilai estetisnya tidak ada hubungannya dengan tujuan komersial ataupun tujuan lainnya. - Sebagai media berekspresi bagi para seniman atau pembuatnya
- Sebagai bentuk wadah yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan
- Sebagai media untuk menyalurkan hobi maupun minat
- Sebagai media apresiasi untuk karya seni
2) Fungsi Terapan (Fungsional)
Seni grafis dengan tujuan utama memberi nilai fungsi atau nilai guna sebagai benda dibandingkan nilai estetisnya.- Sebagai metode identifikasi, untuk mengenalkan dan menanamkan ingatan kepada khalayak sebuah merek atau perusahaan. Contoh desain logo
- Sebagai media untuk memberikan informasi, publikasi, dan presentasi
- Sebagai bentuk promosi suatu produk
- Sebagai alat atau media persuasive dalam suatu kampanye yang dilangsungkan
- Sebagai media penghias atau instrumen pelengkap tambahan dalam suatu karya
- Sebagai suatu karya seni pelengkap pada suatu objek
Adapun manfaat dari desain grafis dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :
1. Mempercepat proses pekerjaan
Suatu pekerjaan akan dapat di persingkat dengan menggunakan Desain Grafis, contohnya sebuah proposal yang harus memaparkan setiap detail perusahaan tetapi dengan menggunakan Desain Grafis maka akan lebih di persingkat dengan membuatnya dalam bentuk gambar atau kurva
2. Dapat menyampaikan pesan dalam bentuk grafis.
Untuk membuat pesan dalam bentuk sebuah karya seni Desain Grafis tidak lah mudah, hal ini dapat di lakukan dengan mengikuti pelatihan yang terpercaya agar pesan yang di buat dapat di sampaikan kepada masyarakat
3. Menjadi tempat pengungkapan perasaan
Setiap orang pasti memiliki perasaan yang terkadang sulit di ungkapkan, setelah belajar Desain Grafis di Dumet School dengan sebuah aplikasi Photoshop atau Adobe lainnya dapat mengungkapkan perasaan dalam bentuk Grafis
4. Memberikan hasil gambar yang lebih menarik dan indah
Gambar yang di hasilkan baik melalui jepretan kamera ataupun karya tangan tidak selalu menghasilkan gambar yang sesuai keinginan, dengan sentuhan Desaign Grafis maka gambar tersebut akan lebih menarik dan indah di lihat.
5. Dapat menghasilkan Uang
Dengan sebuah hasil desain yang telah di buat akan memiliki nilai yang berharga, bayangkan saja logo-logo perusahaan yang di buat dari aplikasi desain bukan sekedar bernilai ratusan ribu saja, bahkan ada yang bernilai milyaran.
D. Unsur-Unsur Desain Grafis:
Seperti halnya karya seni yang lain, mengusahakan kesempurnaan desain pastinya perlu dibarengi dengan ilmu dasar yang perlu dipelajari untuk dijadikan pedoman dalam hal desain-mendesain, salah satunya yaitu mempelajari unsur-unsur desain grafis. Unsur-unsur tersebut mempunyai ciri khas dan kegunaan tersendiri.
Berikut unsur-unsur desain grafis yang dapat kita bahas :
Seperti halnya karya seni yang lain, mengusahakan kesempurnaan desain pastinya perlu dibarengi dengan ilmu dasar yang perlu dipelajari untuk dijadikan pedoman dalam hal desain-mendesain, salah satunya yaitu mempelajari unsur-unsur desain grafis. Unsur-unsur tersebut mempunyai ciri khas dan kegunaan tersendiri.
Berikut unsur-unsur desain grafis yang dapat kita bahas :
1. Garis (Line)
Unsur-unsur desain grafis yang pertama adalah garis, yang merupakan unsur dasar yang menghubungkan satu titik ke titik lainnya. Bentuk yang dihasilkan dapat berupa garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus, zig-zag, meliuk-liuk, bahkan goresan alat tulis pun dapat disebut dengan garis. Garis lurus horisontal mempunyai ciri khas yang formal namun tetap professional. Garis lurus vertikal mempunyai ciri khas stabil, elegan, serta menggambarkan keseimbangan, Garis digunakan untuk memperjelas dan memudahkan pembaca dalam menangkap pesan
2. Bentuk (Shape)
Segala sesuatu yang mempunyai lebar, tinggi, dan diameter dapat disebut dengan bentuk. Secara umum, bentuk yang banyak diketahui antara lain kotak, lingkaran, segitiga, lonjong, dan lain-lain. Sedangkan bentuk yang dibagi dalam kategori sifat antara lain: A) Bentuk geometrik, yakni bentuk yang segala sesuatunya dapat diukur, misalnya kubus berasal dari kotak, kerucut berasal dari segitiga dan lingkaran. B) Bentuk natural, yakni bentuk yang dapat berubah dan bertumbuh ukurannya seperti bunga, daun, pohon, buah, dan masih banyak lagi. C) Bentuk Abstrak, yakni bentuk yang terkesan tidak jelas dan tidak terdefinisi bentuk apa yang dihasilkan
3. Tekstur (Texture)
Ketika mendengar kata tekstur, yang ada di pikiran kita seringkali berupa kasar/lembutnya suatu benda yang diraba. Namun sebenarnya lebih dari itu. Tekstur merupakan tampilan permukaan atau corak suatu benda yang dapat dilihat atau diraba. Penggunaan tekstur ini dipercaya dapat menambah pengalaman dan nilai yang lebih dari estetik. Tidak semua tekstur bersifat nyata, namun ada juga yang bersifat semu. Maksud dari tekstur semu yakni tekstur yang ketika dilihat tidak sama dengan ketika diraba. Bisa saja ketika dilihat tampak kasar, namun ketika diraba terasa halus.
4. Gelap Terang (Contrast)
Dinamakan warna kontras ketika warna yang satu berlawanan dengan warna yang lainnya. Seringkali diwujudkan dalam bentuk warna gelap dan terang. Desain satu ini digunakan ketika ingin menonjolkan informasi maupun pesan, serta menambah kesan dramatis. Hal ini dapat membantu kemudahan dalam membaca pesan.
5. Ukuran (Size)
Unsur-unsur desain grafis satu ini juga tak kalah pentingnya dengan yang sebelumnya, yakni perbedaan besar kecilnya suatu obyek. Pemilihan ukuran ini akan membantu audiens dalam menyesuaikan hierarki untuk mengetahui obyek mana yang dilihat pertama kali. Obyek yang paling besar merupakan bagian yang sangat penting, sampai yang paling kecil merupakan bagian yang kurang penting
6. Warna (Color)
Warna dipercaya sebagai unsur-unsur desain grafis yang dapat menarik perhatian dan mempengaruhi emosi seseorang. Ia pun dapat menampilkan identitas dengan menggambarkan citra perusahaan. Setiap warna mempunyai ciri khas dan karakter tersendiri sehingga usahakan tidak salah dalam memilih warna.
E. Prinsip-Prinsip Desain Grafis:
Seperti halnya karya seni rupa lain setelah unsur dalam desain grafis sepertiunsur-unsur di atas membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut termasuk keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (propotion), dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.F. Karakteristik Seni Grafis
Secara umum karya seni grafis mempunyai karakteristik diantaranya sebagai berikut :
- Karya seni grafis dihasilkan dengan cara di cetak, sehingga jika di produksi ulang dapat menghasilkan karya yang sama baik itu dari bentuk maupun ukuran. Jadi karyanya tidak menggunakan goresan dengan tangan.
- Karyanya bisa di reproduksi, sehingga bisa menghasilkan karya lebih dari satu.
- Hasil karya seni grafis ditentukan oleh proses atau teknik cetaknya masing-masing, jadi hasilnya memiliki karakteristik sesuai teknik yang digunakan saat pembuatan.
- Karakteristik karyanya ditentukan oleh jenis atau media yang digunakannya.
Sumber :
- http://www.duniaq.com/seni-grafis-dan-contoh-seni-grafis/, diakses pada tanggal 4 Januari 2017
- https://cara.pro/pengertian-sejarah-contoh-seni-rupa-grafis-nusantara-dan-penjelasannya-adalah/, diakses pada tanggal 4 Januari 2017
- https://www.gramedia.com/literasi/seni-grafis/#Fungsi_Seni_Grafis, diakses tanggal 05 Februari 2023
- https://kursusdesaingrafis.com/manfaat-desain-grafis-dalam-kehidupan-sehari-hari/, diakses tanggal 12 Mei 2021
- http://www.guruhonor.com/2016/10/pengertian-dan-macam-macam-seni-grafis.html, diakses pada tanggal 4 Januari 2017
- https://salamadian.com/pengertian-desain-grafis/, diakses tanggal 21 April 2021
- http://kreasipresentasi.com/unsur-unsur-desain-grafis/, diakses tanggal 21 April 2021
- https://www.pengertianku.net/2019/03/pengertian-seni-grafis-manfaat-macamnya-dan-karakteristiknya-secara-umum.html, diakses tanggal 07 Februari 2023
0 Comments:
Post a Comment